Rabu, 21 Maret 2012

Tag: file Pengertian Basis Data

  • Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.

  • Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.
  • Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari pengaturan data dengan menggunakan basis data adalah :
  • Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang.
  • Kemudahan pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki terhadap data yang ditangani.
  • Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.
  • Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.
Elemen Basis Data
  • Entitas adalah sekumpulan objek yang terdefinisikan yang mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan satu dengan lainnya. Objek dapat berupa barang, orang, tempat atau suatu kejadian.
  • Contoh entitas : Seseorang yang menjadi siswa di sebuah sekolah.
  • contoh lainya : barang yang menjadi inventaris suatu perusahaan
  • siswa merupakan entitas
  • barang juga di sebut entitas
  • Atribut adalah deskripsi data yang bisa mengidentifikasi entitas yang membedakan entitas tersebut dengan entitas yang lain. Seluruh atribut harus cukup untuk menyatakan identitas obyek, atau dengan kata lain, kumpulan atribut dari setiap entitas dapat mengidentifikasi keunikan suatu individu.
  • sedangkan atribut adalah bagian dari entitas
  • siswa memiliki atribut :
  • no siswa
  • alamat siswa
  • barang memiliki atribut :
  • no barang
  • harga barang
  • Data Value (Nilai Data) : Data Value adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data, elemen, atau atribut. Atribut nama pegawai menunjukan tempat dimana informasi nama karyawan disimpan, nilai datanya misalnya adalah Anjang, Arif, Suryo, dan lain-lain yang merupakan isi data nama pegawai tersebut.
  • File/Tabel : Kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda nilai datanya.
  • Record/Tuple : Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi.

Minggu, 26 Juni 2011

Notasi Algoritma

• Notasi algoritma dapat berupa :
– Uraian kalimat deskriptif (narasi)
Contoh
Algoritma Kelulusan_mhs
Diberikan nama dan nilai mahasiswa, jika nilai tersebut lebih besar
atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus
jika nilai lebih kecil dari 60 maka dinyatakan tidak lulus.
DESKRIPSI :
baca nama dan nilai mahasiswa.
jika nilai >= 60 maka
keterangan = lulus
tetapi jika
keterangan = tidak lulus.
tulis nama dan keterangan


____Pseudo-code_______
Algoritma Kelulusan_mhs
{diberikan nama dan nilai mahasiswa, jika nilai tersebut lebih
besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut
dinyatakan lulus jika tidak maka dinyatakan tidak lulus}
DEKLARASI :
Nama : string
Nilai : integer
Keterangan : string
DESKRIPSI :
read (nama, nilai)
if nilai >= 60 then
keterangan = ‘lulus’
else
keterangan = ‘tidak lulus’
write(nama, keterangan)

Algoritma Tukar isi Bejana

Definisi Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis
penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis.
Contoh :
Algoritma TUKAR ISI BEJANA
Diberikan dua buah bejana A dan B, bejana A berisi
larutan berwarna merah, bejana B berisi larutan
berwarna biru. Pertukarkan isi kedua bejana itu
sedemikian sehingga bejana A berisi larutan
berwarna biru dan bejana B berisi larutan berwarna
merah.
DESKRIPSI :
– Tuangkan larutan dari bejana A ke dalam bejana B



• Algoritma TUKAR ISI BEJANA di atas tidak
menghasilkan pertukaran yang benar. Langkah
di atas tidak logis, hasil pertukaran yang terjadi
adalah percampuran kedua larutan tersebut.
• Untuk mempertukarkan isi duah bejana,
diperlukan sebuah bejana tambahan sebagai
tempat penampungan sementara, misalnya
bejana C. Maka algoritma untuk menghasilkan
pertukaran yang benar adalah sebagai berikut :

– Tuangkan larutan dari bejana B ke dalam bejana A.


:: Algoritma tukar isi Bejana::

Diberikan dua buah bejana A dan B, bejana A berisi
larutan berwarna merah, bejana B berisi larutan
berwarna biru. Pertukarkan isi kedua bejana itu
sedemikian sehingga bejana A berisi larutan
berwarna biru dan bejana B berisi larutan berwarna
merah.
DESKRIPSI :
1. Tuangkan larutan dari bejana A ke dalam bejana C.
2. Tuangkan larutan dari bejana B ke dalam bejana A.
3. Tuangkan larutan dari bejana C ke dalam bejana B.

Sabtu, 04 Juni 2011

Contoh algoritma pencocokkan string

Algoritma-algoritma pencocokkan string dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian menurut arah pencariannya..

Algoritma brute force dalam pencarian string

Algoritma brute force merupakan algoritma pencocokan string yang ditulis tanpa memikirkan peningkatan performa. Algoritma ini sangat jarang dipakai dalam praktik, namun berguna dalam studi pembanding dan studi-studi lainnya.

Cara kerja

Secara sistematis, langkah-langkah yang dilakukan algoritma brute force pada saat mencocokkan string adalah:
  1. Algoritma brute force mulai mencocokkan pattern pada awal teks.
  2. Dari kiri ke kanan, algoritma ini akan mencocokkan karakter per karakter pattern dengan karakter di teks yang bersesuaian, sampai salah satu kondisi berikut dipenuhi:
    1. Karakter di pattern dan di teks yang dibandingkan tidak cocok (mismatch).
    2. Semua karakter di pattern cocok. Kemudian algoritma akan memberitahukan penemuan di posisi ini.
  3. Algoritma kemudian terus menggeser pattern sebesar satu ke kanan, dan mengulangi langkah ke-2 sampai pattern berada di ujung teks.
Berikut adalah Algoritma brute force yang sedang bekerja mencari string:
Algoritma brute force yang sedang bekerja mencari string.

Pseudocode

Pseudocode algoritma brute force ini:
procedure BruteForceSearch(
        input m, n : integer,
        input P : array[0..n-1] of char,
        input T : array[0..m-1] of char,
        output ketemu : array[0..m-1] of boolean
       )

Deklarasi:
       i, j: integer 

Algoritma:
        for (i:=0 to  m-n) do
               j:=0
               while (j < n and T[i+j] = P[j]) do    
                        j:=j+1
               endwhile
               if(j >= n) then
                         ketemu[i]:=true;
               endif 
        endfor

Kamis, 21 April 2011

Statemen Pengecekan kondisi(IF)

Statement pengecekan kondisi merupakan pengecekan logika apabila benar maka akan dijalankan dan salah maka akan menjalankan program selanjutnya. Jadi secara kasarnya statement pengecekan kondisi adalah merupakan logika pemrograman yang menjadi otak dari pemrograman itu sendiri. Dalam pengecekan kondisi kita dapat membandingkan 1 atau 2 kondisi dengan menggunakan batuan operator logika. bagi yang belum mengerti operator logika baca artikel sebelumnya Operator Dasar dalam C++.
a. Struktur Kondisi IF
Bentuk Source :
If (kondisi)
Pernyataan
Ket :
Apabila kondisi bernilai benar, maka pernyataan dijalankan
Apabila kondisi bernilai salah, maka pernyataan tidak dijalankan
Apabila dalam satu kondisi pengecekan terdapat dua atau lebih pernyataan, maka harus menggunakan { pada pernyataan dan pada akhir pernyataan menggunakan tanda }.
Bentuk Source :
If (kondisi)
{ pernyataan_1;
pernyataan_2;
………………….
pernyataan_n;
}

a. Struktur Kondisi IF ELSE
Dalam kondisi struktur if ….. else terdapat 2 pernyataan yang akan dijalankan. Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar maka pernyataan yang pertama akan dijalankan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang akan dijalankan.
Bentuk Source :
If (kondisi)
Pernyataan_1;
Else
Pernyataan_2;

c. Struktur Kondisi IF Bersarang
If bersarang merupakan bentuk dari suatu pernyataan if (atau if-else) berada dalam if itu sendiri. If bersarang mengecek pernyataan dalam if kemudian dilakukan pengecekan lagi sampai selesai melakukan pengecekan.
Bentuk Source :
If (kondisi)
Pernyataan_1;
Else
if(kondisi)
Pernyataan_2;
pernyataan_3;

d. Struktur Kondisi Switch Case
Struktur kondisi ini biasanya digunakan untuk menyelesaikan kondisi dengan kemungkinan terjadi cukup banyak atau secara kasar proses logika yang sama dan kemungkinan logika tersebut banyak. Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan case tergantung nilai dari kondisi variabel dalam switch. Selanjutnya proses akan berlangsung atau berlanjut hingga ditemukan pernyataan break. Jika tidak ada nilai kondisi pada case tidak ada yang sesuai dengan kondisi nilai pada switch maka proses yang akan dijalankan adalah baris default. Struktur kondisi ini merupakan penyederhanaan dari struktur kondisi if, dimana apabila terjadi banyak kondisi logika yang sama dan jumlah perbandingan variabelnya banyak sehingga disederhanakan dengan struktur kondisi switch case. Struktur kondisi switch case sering digunakan untuk membuat menu, conversi hari, bulan, dan lain-lain.
Bentuk Source :
switch (kondisi)
{
Case nilai_kondisi1 : {
Pernyataan_1;
Pernyataan_2;
Break;
}
Case nilai_kondisi2 : {
Pernyataan_1;
Pernyataan_2;
Break;
}
………..
………..
Case nilai_kondisin; {
Pernyataan_1;
Pernyataan_2;
Break;
}
Default : pernyataan;
}
Contoh Program

/* Program Sederhana Statement Pengecekan Kondisi Dasar Dalam C++
=================================================================



#include <iostream.h>
#include <conio.h>
main()
{
int x; // deklarasi variabel
clrscr(); //clear scren (membersihkan layar)
cout <<”Masukkan Nilai Ujian = “; cin >> x;
//Struktur Kondisi IF Bersarang
if(x>80 && x<=100) //operator logika AND
cout <<”Nilai Ujian Anda A”;
else if(x>65 && x<=80)
cout <<”Nilai Ujian Anda B”;
else if(x>45 && x<=65)
cout <<”Nilai Ujian Anda C”;
else if(x>20 && x<=45)
cout <<”Nilai Ujian Anda D”;
else
cout <<”Nilai Ujian Anda E atau kosong”;
getche();
Menggunakan #include <iostream.h>

/* Program Sederhana Input dan Output menggunakan iostream.h Dasar Dalam C++
===========================================================================

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
main()
{
// deklarasi variabel
int umur;
char nama[10];
float tinggi;
clrscr();
cout << “Masukkan nama : “;
cin >> nama; // membaca nilai string
cout << “Masukkan umur : “;
cin >> umur; // membaca nilai integer / decimal
cout <<”Masukkan tinggi : “;
cin >> tinggi; // membaca nilai float / real
cout << “Nilai dari variabel yang anda input : \n”;
cout << “Nama : ” << nama;
cout << “\nUmur : ” << umur;
cout << “\nTinggi : ” << tinggi;
getch();
}


Fungsi input dan output dalam C++

1. Input (Memasukkan Data)
Dengan menggunakan #include <stdio.h> bagi yang belum tahu fungsi stdio.h lihat artikel sebelumnya aturan dan perintah dasar C++
a. Fungsi scanf()
fungsi scanf() berguna untuk meninput data baik berupa bilangan, karakter, ataupun kalimat secara terformat. Berikut format-format yang digunakan untuk scanf() :
%c : Membaca sebuah karakter
%s : Membaca sebuah string
%i, %d : Membaca sebuah bilangan bulat (integer, desimal)
%f, %e : Membaca sebuah bilangan pecahan (real, float)
%o : Membaca sebuah bilangan octal
%x : Membaca sebuah bilangan heksadesimal
%u : Membaca sebuah bilangan tak bertanda
b. Fungsi gets()
fungsi gets() berguna untuk memasukkan data bertipe karakter, tanpa penggunaan format seperti scanf(), dan tidak dapat untuk menginput data numeric ataupun string.
c. Fungsi getchar()
fungsi getchar berguna untuk membaca data yang bertipe karakter.
Dengan menggunakan #include <iostream.h> bagi yang belum tahu fungsi iostream.h lihat artikel sebelumnya aturan dan perintah dasar C++
a. Fungsi cin >> var
fungsi cin >> berguna untuk menginput data berupa numerik, string, dan karakter. Var dapat lebih dari satu variabel (cin >> var >> var) dan dapat berupa karakter.
b. Format : cin.get.(var, sizeof(var)), penggunaan format ini untuk menginput string lebih dari satu kata atau seperti kita menekan spasi, tetapi akan terjadi kesalahan jika satu program digunakan lebih dari satu kali. Dan untuk menangani ini lebih baik menggunakan format cin.getline(var, sizeof(var)).
c. Format : cin.getline(var, sizeof(var)).
2. Output (Menampilkan Data)
Dengan menggunakan #include <stdio.h>
a. Menampilkan output ke layar monitor
Fungsi printf() berguna untuk menampilkan semua jenis data (number, string, dan karakter)
Fungsi puts() digunakan untuk menampilkan data string dan secara otomatis akan pidah baris (new line).
Fungsi putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter.
b. Mengatur tampilan output
Bentuk sintaks :
printf(”%m,nf”, var)
m : Menyatakan banyaknya digit angka
n : Menyatakan banyaknya digit angka dibelakang koma
var : variabel bertipe float yang akan ditampilkan
Contoh
printf(”%5.2f”, nilai); ”berarti yang akan ditampilkan angka sebanyak 5 digit dan 2 digit angka dibelankang koma”
Dengan menggunakan #include <iostream.h>
Menampilkan output ke layar monitor
Bentuk sintaks
cout << var;
cout << konstanta;
Fungsi cout << dapat digunakan untuk menampilkan semua jenis data (numeric dan karakter) yang dapat berupa nilai, karakter ataupun konstanta.
Contoh Program
Menggunakan #include <stdio.h>
/* Program Sederhana Input dan Output menggunakan stdio.h Dasar Dalam C++
=========================================================================


#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
// deklarasi variabel
int umur;
char nama[10];
float tinggi;
clrscr();
printf(“Masukkan nama : “);
scanf(“%s”,&nama); // membaca nilai string
printf(“Masukkan umur : “);
scanf(“%d”,&umur); // membaca nilai integer / decimal
printf(“Masukkan tinggi : “);
scanf(“%f”,&tinggi); // membaca nilai float / real
printf(“Nilai dari variabel yang anda input : \n”);
printf(“Nama : %s\n”, nama);
printf(“Umur : %d\n”, umur);
printf(“Tinggi : %5.2f”, tinggi);
getch();
}