Dalam menggambar flowchart, digunakan simbol tertentu seperti gambar 1.1. Contoh berikut bisa digunakan untuk lebih mengerti perbedaan kegunaan simbol-simbol tersebut. Misal kita ingin mencari jumlah dari 2 buah bilangan, maka flowchart-nya adalah seperti gambar 1.2.
Contoh lain, misalkan kita ingin mengetahui apakah sebuah bilangan ganjil atau genap. Untuk itu kita harus membuat flowchart seperti ini gambar 1.3.
Pseudo Code
Pseudo Code adalah urutan baris algoritma seperti kode pemrograman dan tidak memiliki sintak yang baku. Pseudo Code lebih umum digunakan oleh programmer yang berpengalaman. Akan tetapi, flowchart lebih mudah dimengerti oleh programmer pemula, pseudo code sangat mudah diimplementasikan ke dalam kode program dibandingkan dengan flowchart. Kita bisa bebas menulis pseudo code selama itu mudah dimengerti bagi orang lain. Tetapi disarankan untuk menggunakan keyword yang umum digunakan seperti : if, then, else, while, do, repeat, for, dan lainnya. Dan ikuti gaya penulisan pemrograman seperti Pascal, C++, dll. Perhatikan kode dibawah ini :
- Mulai
- Masukkan sebuah angka
- Masukkan sebuah angka dan tampilkan
- Ambil angka yang sebelumnya dan tampilkan
- Selesai
- Start
- Masukkan A
- Masukkan B, Tampilkan B
- Tampilkan A
- End
- Start
- Masukkan A dan B
- C = A + B
Tidak ada komentar:
Posting Komentar